Data is Everywhere. yah, data ada dimana mana. Sedemikian banyak sehingga “kemungkinan” tidak ada bidang di seluruh dunia yang tidak berurusan dengan data. Data tumbuh dengan pesat secara eksponensial dan sangat bervariasi.
Data dalam jumlah yang besar dan kompleks baik yang terstruktur (Database) dan tidak terstruktur (jejaring sosial, tweets, rekaman video atau suara, gambar, dan lainnya) diproses sehingga membantu kegiatan bisnis, inilah yang disebut dengan Big data. Big Data memiliki faktor 3V yaitu Volume, Velocity, and Variety (Irhamni, 2015).
Diperkirakan setiap 48 jam video diunggah ke YouTube, 204.166.667 pengiriman pesan dalam satu menit, pengguna Twitter mengirim lebih dari 100.000 tweets dalam satu menit, merek (brand) dan organisasi di Facebook menerima likes 34.722 dalam satu menit, pengguna Instagram berbagi 3.600 foto baru dalam satu menit, pengguna WordPress menerbitkan 347 blog baru dalam satu menit, sebanyak 571 situs Web baru dibuat (Simon, 2013).
Data yang besar ini bisa menjadi peluang dan juga sebagai tantangan bagi para Data Scientist karena keragaman datanya yang sangat besar. diperlukan latihan demi latihan agar mampu melihat data dari berbagai sisi dan melihat value dari data demi kemajuan teknologi dan efektifitas.
Itulah mengapa Data Scientist menjadi “The Sexiest Job” atau pekerjaan terseksi di dunia abad ke-21. “Seksi” berarti memiliki kualitas langka yang banyak diminati. Pasar untuk Data Scientist yang berkualitas sangat kompetitif, membuat mereka dihargai dan bergaji tinggi (Hardvard Business, 2012).
Peranan data dalam kemajuan teknologi menarik perhatian sebagian besar orang-orang dan organisasi termasuk PBB (Persatuan Bangsa Bangsa). PBB mencanangkan suatu revolusi data yang merupakan suatu inisiatif gerakan untuk mendukung pemantauan program Sustainable Development Goals (SDGs). PBB melihat revolusi data ini memberi dunia alat yang canggih yang mampu mengantarkan masa depan yang lebih berkelanjutan.
“The Data Revolution is Giving the World powerful tools that help usher in a more sustainable future”. Ban Ki-Moon, UN Secretary General
Sources:
Ali Irhamni. 2015. Big Data: Apa dan pengaruhnya pada perpustakaan. Jurnal Media Pustakawan. 22(4) :19-23. Big Data: Apa dan pengaruhnya pada perpustakaan? (What is Big Data and its Influence to Library) | Ali | Media Pustakawan (perpusnas.go.id)
Davenport TH, Patil DJ. 2012. Data Scientist : The sexiest Job of the 21st Century. https://hbr.org/2012/10/data-scientist-the-sexiest-job-of-the-21st-century
Simon p. 2013. Too Big To Ignore : The Business Case For Big Data. Canada : John Wiley & Sons.